Ketika Rasa Haru Datang …. Aku lupakan dia…

Suasana sudah kembali senang dan kembali mengharukan
ketika acara itu sudah selesai dengan diakhiri hadirin meneriakan “Kita Sudah Sudah Sudah Mengakhirinya”
seakan ada ajakan dari teman sebelah untuk mengajak kembali bersenda gurau
Aku pun mengambilknya seakan ini terakhir terakhir dari pertemanan dan pertemuan

bersorak semua merasakan rasa keharuan ini seakan meraka dan mungkin saya melupakan akan satu amanah
Aku pun merasa tidak pantas jika aku tahu kejadian ini membuat 2 pilihan yang aku anggap sangat berarti bagiku
Haru … senang … penuh gegap gempita ini yang menyebabkan saya terperosok dengan kesenangan
kesenangan yang akan menyakitkan dan memukulku sekeras tamparan di kala kesendirian

Aku sungguh tega melupakan dia hanya karena perasaan hati ini yang begitu menggelora
perasaan ini memang tidak boleh di bohongi dan dipendam hanya karena perbedaan pilihan
Teringat akan perasaan ini untuk memilih yang mana terbaik untuk dia
Jika misalkan ini tidak terjadi karena perbedaan pilihan, maka sikap yang pantas pasti tidak akan gundah selama ini

dia memang pantas aku sangat hormati dan aku sayangi
aku tidak akan pernah lagi untuk meninggalkan di kala aku terkondisikan dengan keharuan

Cukup … dan memang ..cukup
Aku cukupkan untuk menggantungkan 2 pilihan itu saat ini

3 Responses to “Ketika Rasa Haru Datang …. Aku lupakan dia…”

  1. gOEn Says:

    Dasar bajul….
    udah mulai belajar menjadi lebih romantis ya???
    Selamat deh Chi, toh semalem khan kamu dah konsultasi ama orang Bogor jg tho..
    Cepet dipraktekan tuh ilmunya..keburu basi lho!!!

  2. Nazaruddin Says:

    yg konkret donk

  3. dheny Says:

    hmmm

Leave a Reply