Gempa 5,9 … Buat Diriku Was-was
Sabtu, 26 Mey 2006 …. di kesunyian
Hari ini sabtu, bangun pagi ..sekitar jam 6 pagi ..aku buka email dan lihat detik.com … innalilahi terjadi gempa di yogyakarta pasca dari bencana merapi. Gempa waktu ini cukup mengagetkan aku karena letak sumber berdekatan dengan daerah tempat tinggal aku. Serentak aku menelopen rumah, menanyakan bagaimana kabar di rumah, apakah baik2 saja ? atau ada sesuatu .. dengan kondisi Harap Harap Cemas (H2C) .. sembari menunggu jawaban dari rumah .. aku mencoba menengok berita dari sisi televisi.. banyak stasiun televisi yang melaporkan kejadian .. khususnya di kota solo.. Tiba - tiba mataku mulai merah, karena memikirkan keadaan yang tidak jelas, sempat mau menangis, tapi tetap tidak bisa karena banyak orang di sekitarku, ntar malahan jadi malu. kejadian tiap kejadian aku ikutin dari lihat berita di internet dengan mengakses detik.com. ….Banyak kejadian yang terjadi di dunia ini mungkin yang diatas mengingatkan pada manusia untuk selalu mensyukuri dan tobat akan dosa yang telah dilakukan selama ini. .. Aku sendiri merasa aku mulai tidak enak memikirkan .. jangan2 - janagn adiku yang diyogya ada apa - apa ?? …. Ring … bunyi SMS masuk ??? Alhamdulillah … keluarga di rumah sehat dan tidak terjadi apa2, kondisi di kotaku juga tidak apa - apa.
Wiuh!!!… aku sendiri mulai berfikir .. memang besar Kekuasaan Allah SWT, hanya dengan gempa 5,8 RH saja manusia sudah disibukan dengan urusanya masing dan berlalu lalang untuk mencari perlindungan .. apakah sudah merasa somvong ketika kamu di dunia ini.
Subhanallah … ini merupakan Tanda - tanda Akan Kekuasaan Allah SWT.
May 29th, 2006 at 4:13 am
Subhanallah….
Thanks Allah, Kou tegur kami dengan caramu.. kami terlalu sombong dengan cara kami sendiri, kami khilaf, maafkan kami Rabb… hanya harapan Kou tak berpaling dari kami. kami membutuhkanMu, kami ini milikMu. getaran kecil ini semoga bukan karena murkaMu, melainkan sentilan kecil bagi jiwa yang membandel, dan raga tuk selalu bersyukur. Rabb ampuni kami. Bimbing kami tuk menuju pintu maafMu. Terimalah Taubatan kami. Secercah hidayah kan bangkitkan hati kami yang telah melapuk diujung waktu. Rabb.. izinkan kami mencium tanah ini dalam sujudku. Tanpa keraguan di hati akan HakMu. Akan janjiMu. Akan Ridhamu.
_heturnuhun ghotchi_
May 29th, 2006 at 6:59 am
Manusia terus menampakan kesombonganya dikala dia senang, tetapi lihatlah ketika dia diterpa musibah yang silih berganti…teriak mereka,berseru mereka menyebut Nama-Mu,ya Allah. Ya Allah,ingatkan kami untuk selalu menjaga iman kami,ruhiyah kami agar selalu berada pada jalan yang Engkau Ridhoi.. Amin. Semoga Kejadian Ini bisa membawa pelajaran dan hikmah tersendiri pada diri kita.